hot wheels monster truck jakarta 2026
Obrog Owok-Owok Ebreg Ewek-Ewek

Menonton Perkembangan Zaman Melalui Pementasan Obrog Owok-Owok Ebreg Ewek-Ewek karya Danarto oleh Komunitas Lentera Kata

“Masa lalu, masa kini, masa yang akan datang menjadi satu, ruang dan waktu kempal dalam satu suasana dan keadaan: Pasar Beringharjo Yogyakarta adalah ruang ujian adalah kamar tidur adalah tempat ngamen adalah hari ketuaan menanti maut….. Adalah….. Adalah…..”

Kalimat di atas adalah kutipan dari pembuka naskah Obrog Owok-Owok Ebreg Ewek-Ewek (disingkat OOOEEE) yang bisa menggambarkan isi keseluruhan pertunjukan yang tertulis dalam naskah tersebut. Naskah karya sastrawan Danarto ini memuat berbagai isu yang ditulisnya pada tahun 70-an. Uniknya, hingga kini, apa yang termuat dalam naskah tersebut bisa dikatakan masih sangat relevan. 

Komunitas Seni dan Sastra Lentera Kata bersama tim teaternya sejak Agustus 2023 lalu telah mempersiapkan pertunjukan OOOEEE, disutradarai oleh M. Yoesoev, seorang dosen sastra di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia dan pendiri Teater Pagupon, Ikatan Keluarga Sastra Indonesia, Universitas Indonesia. 

Naskah OOOEEE berisi cerita tentang seorang mahasiswa seni rupa bernama Tommy yang memiliki dua kekasih. Kedua kekasih Tommy, yaitu Sumirah seorang juragan batik dan Kusningtyas yang merupakan anak dari profesor seni rupa yang juga adalah dosen Tommy. Motif Tommy berpacaran dengan Sumirah adalah urusan bisnis karena ia pelukis batik, sedangkan motifnya dengan Kusningtyas adalah demi prestasinya di bidang pendidikan. 

Rumor perselingkuhan Tommy tercium oleh Sumirah, begitu juga oleh Profesor. Profesor yang mencurigai Tommy kemudian mempersulit ujian Tommy dan tidak meluluskannya. Namun, tetap saja kebenaran mengenai hal itu hanya Slentem (tukang sapu pasar) seorang yang tahu. Sekali waktu, Profesor juga datang ke Pasar Beringharjo untuk mencari Slentem dan menanyainya tentang kabar mengenai Tommy. Tommy sendiri telah membungkam Slentem dengan memberinya rokok supaya rahasianya tidak bocor ke Sumirah ataupun orang lain. Dengan siasatnya, Tommy pun berhasil mengelak dari tuduhan-tuduhan kepadanya. Di hari lain, Slentem berpihak pada Sumirah dan mengirim surat kaleng berupa ancaman pada Profesor.

Profesor mengabaikannya selama seminggu dan Slentem yang tak tahan dengan itu mendatanginya. Kejar-kejaran antara Profesor dan Slentem terjadi hingga set ditutup sementara untuk mempersiapkan babak terakhir. Cerita diakhiri dengan semua pemain yang menua, rambutnya pun memutih. Tommy pun telah menikah dengan Sumirah dan Kusningtyas. Dari keduanya ia memiliki banyak anak. Slentem satu-satunya orang yang masih dalam kondisi muda dengan pemikirannya yang juga masih muda.

Terdapat sebuah icon katalisator dalam naskah ini yaitu batik Shadow of Your Smile yang merupakan batik terbaik buatan Tommy. Batik ini menjadi penggerak konflik bagi kemunculan masalah antara Tommy, Sumirah, dan Kusningtyas. Juga menjadi sumber masalah antara Tommy, Slentem, Profesor, dan Nyonya Profesor. 

Meski sangat kental dengan batik, dalam pementasan yang digagas oleh Lentera Kata ini, M. Yoesoev sebagai sutradara tidak hanya meng-highlight batiknya, tetapi juga permasalahan lain seperti pertentangan antara pengamen konvensional dan pengamen modern yang menggunakan tape player untuk mencari uang. Permasalahan mengenai pengamen ini juga ada dalam kehidupan masyarakat modern di tahun-tahun belakangan ini. Melihat konflik yang muncul antara pengamen di Obrog Ebreg seperti melihat masalah yang terjadi antarmusisi di era sekarang. Contohnya, kita bisa melihat masalah yang terjadi antara musisi kenamaan Ahmad Dhani dengan Once terkait hak cipta. Hal yang lebih mendalam dan bisa disandingkan dengan naskah adalah kemunculan “operator-operator” karaoke yang menggunakan lagu berbagai musisi untuk dijadikan bahan karaoke, lantas mereka mendapat bayaran atas itu karena dianggap sebagai bintang tamu. Padahal, mereka sama sekali tidak membayar royalti pada musisi-musisi yang lagunya digunakan. 

Selain itu, masalah relasi kuasa antara seorang mahasiswa dan dosen juga cukup kental dalam penggarapan pentas ini. Hal ini juga sangat relevan dengan apa yang terjadi hingga sekarang. Bukan hanya di dunia pendidikan, relasi kuasa berlaku dalam berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari dan belum menemukan solusi hingga sekarang. Lantas, apakah masalah semacam ini akan selalu ada? Itulah pertanyaan yang ingin diwakili melalui pementasan ini. 


Melalui pementasan Obrog Owok-Owok Ebreg Ewek-Ewek, Lentera Kata berusaha mewakili berbagai keresahan tanpa ada batasan zaman. Sehingga, pementasan teater ini sangat patut ditonton tanpa ada batasan usia karena tidak hanya mewakili zaman tertentu. Pementasan ini akan digelar selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 9 hingga 11 Februari 2024 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki. Pementasan kali ini tidak hanya menarik, tetapi juga menantang bagi tim produksi. Pasalnya pementasan dilakukan sebanyak dua kali sehari di tanggal 10 dan 11 Februari. Jika kamu tertarik untuk menyaksikan pementasan teater yang apik ini, kamu bisa mendapatkan tiketnya di Loket.com atau melalui tautan bit.ly//OOOEEE.

2 thoughts on “Menonton Perkembangan Zaman Melalui Pementasan Obrog Owok-Owok Ebreg Ewek-Ewek karya Danarto oleh Komunitas Lentera Kata”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *