hot wheels monster truck jakarta 2026
Sasa Pecahkan Rekor MURI Lewat 1.447 Porsi Opor Ayam

Sasa Pecahkan Rekor MURI Lewat 1.447 Porsi Opor Ayam

1.447 Porsi Opor di Festival Sasa Pecahkan Rekor MURI

Tradisi menyantap opor ayam saat Lebaran telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Hidangan ini hampir selalu hadir di meja makan keluarga saat Idul Fitri, menjadi simbol kebersamaan setelah sebulan menjalani ibadah puasa.

Momentum inilah yang melatarbelakangi digelarnya Sasa OPORasi Lebaran Food Festival, sebuah acara kuliner yang menghadirkan pengalaman memasak dan menikmati opor ayam secara massal bersama masyarakat. Festival yang berlangsung pada Minggu, 8 Maret 2026 di kawasan Q-Big BSD City ini menjadi semakin spesial karena berhasil mencetak sejarah.

Dalam acara tersebut, Sasa Santan berhasil memecahkan Rekor MURI dengan memasak 1.447 porsi opor ayam dalam satu rangkaian kegiatan di satu lokasi. Ribuan porsi opor tersebut kemudian dinikmati bersama oleh para pengunjung yang hadir, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat menjelang Lebaran.

Sasa OPORasi Lebaran Food Festival Rayakan Tradisi Opor

Bagi masyarakat Indonesia, opor bukan sekadar hidangan biasa. Masakan berkuah santan ini sering kali menjadi simbol kebersamaan keluarga saat momen silaturahmi Idul Fitri.

Melalui Sasa OPORasi Lebaran Food Festival, Sasa Santan ingin merayakan tradisi tersebut sekaligus menghadirkan inspirasi bagi keluarga Indonesia untuk menyajikan opor yang lezat dan praktis.

Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari:

  • komunitas pecinta kuliner
  • peserta memasak
  • warga sekitar BSD
  • hingga masyarakat umum

Ribuan pengunjung memadati area festival untuk menyaksikan langsung proses memasak opor dalam jumlah besar sekaligus menikmati hidangan tersebut saat waktu berbuka puasa.

Rekor MURI: Memasak 1.447 Porsi Opor Ayam

Salah satu momen paling bersejarah dalam festival ini adalah pencapaian Rekor MURI untuk memasak 1.447 porsi opor ayam.

Proses memasak dilakukan secara kolaboratif oleh ratusan peserta yang bekerja sama di area dapur festival. Dengan dukungan bahan utama berupa santan dari Sasa, hidangan opor dimasak dalam skala besar namun tetap menjaga kualitas rasa.

Menurut Nanda Rahmanu, Marketing Manager PT Sasa Inti, pencapaian ini tidak hanya tentang memecahkan rekor.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi cara sederhana untuk merayakan kebersamaan dengan masyarakat.

Melalui festival ini, Sasa ingin menunjukkan bahwa memasak opor dalam jumlah besar tetap bisa dilakukan dengan cara praktis, tanpa mengorbankan cita rasa.

Makna Angka 1.447 Menjelang Idul Fitri

Angka 1.447 porsi opor ayam yang dimasak dalam festival ini bukan dipilih secara acak.

Jumlah tersebut memiliki makna simbolis, yaitu merujuk pada tahun 1447 Hijriah, yang bertepatan dengan perayaan Idul Fitri tahun ini.

Dengan menghadirkan angka tersebut dalam bentuk sajian opor, Sasa Santan ingin mengajak masyarakat merayakan datangnya hari kemenangan dengan semangat kebersamaan.

Menjelang waktu berbuka puasa, seluruh porsi opor tersebut kemudian dibagikan kepada para pengunjung yang hadir. Mereka menikmati hidangan tersebut secara bersama-sama, menciptakan momen berbuka puasa yang penuh kehangatan.

Mengapa Opor Menjadi Hidangan Ikonik Lebaran

Banyak orang bertanya mengapa opor selalu menjadi hidangan favorit saat Lebaran.

Selain rasanya yang gurih dan creamy, opor juga memiliki nilai emosional yang kuat bagi banyak keluarga Indonesia.

Beberapa alasan mengapa opor begitu identik dengan Lebaran antara lain:

  • mudah disajikan dalam porsi besar
  • cocok disantap bersama ketupat atau lontong
  • memiliki cita rasa khas santan yang kaya
  • sering menjadi menu utama saat berkumpul dengan keluarga

Hidangan ini tidak hanya menghadirkan rasa lezat, tetapi juga mengingatkan banyak orang pada kenangan masa kecil saat berkumpul bersama keluarga di hari raya.

Sasa Santan Tunjukkan Konsistensi Rasa dalam Skala Besar

Salah satu tantangan terbesar dalam memasak opor dalam jumlah besar adalah menjaga konsistensi rasa.

Melalui Sasa OPORasi Lebaran Food Festival, brand ini ingin menunjukkan bahwa santan berkualitas dapat membantu menghasilkan cita rasa yang tetap gurih dan creamy meskipun dimasak dalam volume besar.

Menurut pihak Sasa, produk santan yang digunakan dirancang untuk memberikan rasa yang stabil dan mudah digunakan, sehingga cocok untuk berbagai jenis masakan santan.

Hal ini juga menjadi bagian dari upaya Sasa untuk memberikan solusi praktis bagi keluarga Indonesia yang ingin menyajikan hidangan istimewa tanpa proses yang rumit.

Dapur OPORasi Lebaran dan Uji Santan Tidak Mudah Pecah

Selain memasak opor dalam jumlah besar, festival ini juga menghadirkan berbagai aktivitas edukatif bagi pengunjung.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Dapur OPORasi Lebaran, di mana peserta dapat melihat langsung proses memasak opor menggunakan santan Sasa.

Tidak hanya itu, pengunjung juga menyaksikan sesi Uji Tidak Mudah Pecah, sebuah demonstrasi yang menunjukkan kualitas santan dalam proses memasak.

Dalam sesi ini diperlihatkan bagaimana santan tetap:

  • kental
  • tidak menggumpal
  • tidak pecah meskipun dipanaskan dalam waktu lama

Demonstrasi ini sekaligus menjadi pembuktian kualitas produk kepada para pengunjung yang hadir.

Festival Ramadan yang Menggabungkan Kuliner, Kajian, dan Hiburan

Sasa OPORasi Lebaran Food Festival tidak hanya menghadirkan pengalaman kuliner.

Acara ini juga menggabungkan unsur edukasi dan hiburan agar pengunjung dapat menikmati pengalaman Ramadan yang lebih berkesan.

Salah satu agenda utama dalam festival ini adalah kajian Ramadan bertema “Keutamaan Idul Fitri” yang disampaikan oleh Subki Al-Bughury.

Kajian tersebut memberikan pesan spiritual mengenai makna Idul Fitri serta pentingnya menjaga silaturahmi.

Selain itu, festival ini juga semakin meriah dengan kehadiran pasangan selebritas Inul Daratista dan Adam Suseno yang turut menyapa para pengunjung.

Perpaduan antara kajian, hiburan, dan kuliner menciptakan suasana Ramadan yang hangat sekaligus penuh kebersamaan.

Sasa Santan Ingin Mempermudah Keluarga Indonesia Menyajikan Opor

Melalui festival ini, Sasa Santan juga ingin memberikan inspirasi kepada para ibu dan keluarga Indonesia.

Tujuannya adalah agar hidangan khas Lebaran seperti opor dapat disajikan dengan cara yang lebih praktis tanpa mengurangi kualitas rasa.

Dengan penggunaan santan instan yang tepat, proses memasak menjadi lebih mudah, sementara cita rasa gurih dan creamy tetap terjaga.

Sasa berharap kegiatan seperti ini dapat terus menginspirasi masyarakat untuk menjaga tradisi kuliner Lebaran sekaligus menciptakan momen kebersamaan yang lebih bermakna bersama keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *